Resep Masakan; Bubur Beras Merah Wortel untuk Bayi

 Bahan Bubur Beras Merah Wortel:
* 2 sdm tepung beras merah
* 100 ml air matang
* 200 ml ASI (2 sdm susu formula I larutkan ke dalam 200 cc air)
* 60 g wortel, rebus, haluskan

Cara Membuat Bubur Beras Merah Wortel:
1. Larutkan tepung beras merah ke dalam air, aduk hingga rata.
2. Masak di atas api kecil hingga matang. Masukkan wortel, aduk rata. Angkat.
3. Tuangkan ASI atau susu formula I cair. Aduk hingga rata.
*Untuk 2 porsi

Nilai gizi per porsi:
Energi: 84 Kkal
Protein: 2,8 g
Lemak: 1,1 g
Karbohidrat: 15,7 g

Manfaat Beras Merah Sebagai Penunjang Kesehatan Bayi

Masa bayi merupakan periode emas. Artinya, masa tersebut adalah peluang bagi orang tua untuk mengoptimalkan pertumbuhan dan perkembangan si buah hati. Hal tersebut dapat diwujudkan dengan berbagai upaya. Salah satunya adalah melalui pola asuh makan.

Kesehatan bayi sangat ditunjang dari makanan yang menjadi asupan bagi bayi. Oleh karena itu, setiap ibu hendaklah memperhatikan makanan yang menjadi sumber nutrisi bayi. Salah satu makanan yang baik untuk bayi adalah beras merah. Karena beras merah memiliki kandungan beragam zat penting untuk nutrisi bayi yang baik untuk dijadikan asupan penunjang kesehatan bayi.

Beberapa manfaat beras merah diantaranya:

- Kandungan vitamin B1, B6 dan B12 yang cukup tinggi, sangat cocok untuk proses perkembangan tubuh bayi. Karena vitamin tersebut memacu pembentukan energi di dalam sel tubuh bayi.

- Kulit ari pada beras merah mengandung zat yang sangat baik untuk perkembangan otak bayi.

- Beras merah mengandung mineral cukup tinggi yang dapat bermanfaat sebagai asupan kebutuhan nutrisi bayi yang baik untuk perkembangan dan pertumbuhan rambut, gigi, otot dan tulang pada bayi.

- Merah memiliki serat yang tinggi sehingga sangat baik untuk pencernaan bayi.

- Mengandung zat besi cukup tinggi, yang dapat memenuhi asupan zat besi yang dibutuhkan bayi.

 - Kandungan zat tamin pada beras merah yang tinggi sangat baik untuk perkembangan jaringan saraf dan jantung bayi.

- Zat fosfor yang terdapat pada beras merah bermanfaat pada perkembangan sistem rangka bayi.

Kesehatan bayi sangat ditunjang dari pola tidur bayi. Bayi dengan pola tidur teratur, memiliki badan yang lebih sehat. Dengan mengkonsumsi beras merah, maka bayi akan memiliki pola tidur yang teratur. Hal tersebut dikarenakan zat tepung yang terdapat pada beras merah dapat meningkatkan serotonin dalam jaringan otak bayi, di mana serotonin memiliki peran dalam pengaturan tingkat kantuk, sehingga pola tidur bayi bisa lebih teratur. Selain itu kadar gula dalam beras merah lebih stabil sehingga bayi tidak mudah lapar. Hal ini sangat berpengaruh pada tidur malam bayi, dengan stabilnya kadar gula dalam tubuh bayi, maka bayi akan terbebas dari terbangun di tengah malam karena lapar.


Sebagai ibu yang cerdas dan peduli akan kesehatan bayi dan asupan nutrisi bayi, pasti akan jeli dalam memilih makanan yang sehat bagi buah hatinya. Oleh karena itu, mengkonsumsi beras merah sejak bayi merupakan salah satu cara menjaga kesehatan bayi.

Beras Merah sebagai Anti Stroke


Perlu kita ketahui beras merah dan anti stroke mempunyai keterkaitan. Suatu studi di Universitas Negara Bagian Lousiana, AS, menemukan bahwa minyak dedak dari beras merah bisa menurunkan kolesterol jahat pada tubuh. Manfaat kesehatan dari beras merah adalah seratnya, secangkir beras merah mampu menyediakan 14% setiap hari. Serat ini telah terbukti menurunkan kolesterol tinggi, juga menghambat aterosklerosis. Serat beras merahpun berperan dalam mengontrol tinggi gula darah, sehingga menjadi pilihan terbaik bagi penderita diabetes.

Menurut riset Dr. Rui Hai Liu dari Universitas Cornell, seperti halnya buah-buahan dan sayuran, beras merah juga mengandung fenolik, salah satunya zat antioksidan yang mampu menghambat radikal bebas pemicu kanker. Angka aktivitas antioksidan beras merah menurut hasil riset tersebut adalah 56, sementara brokoli 80, bayam 81, apel 98, pisang 65, jagung 181, dan gandum77.

Magnesium, yang terkandung dalam beras merah, menurut beberapa studi mampu menurunkan keakutan asma, menurunkan tekanan darah tinggi, menurunkan frekuensi migran, dan menurunkan risiko serangan jantung serta stroke. Magnesium yang ada diberas merah membantu mengatur irama saraf dan otot dengan menyeimbangkan aksi kalsium. Magnesium juga perlu untuk kesehatan tulang. Secangkir beras merah akan memberi anda 21 persen keperluam sehari-hari akan magnesium.

Penelitian lain dari Harvard yang dimuat di dalam Rchives of Internal Medicine menyebutkan, beras merah merupakan pilihan yang lebih sehat bagi penderita kolesterol dan diabetes karena menaikan gula darah secara perlahan. Pengetahuan mengenai manfaat beras merah untuk diabetes memang bukan hal baru, namun hingga kini nasi putih masih jadi favorit banyak orang. Dalam sebuah penelitian terhadap 200.000 orang diketahui, mereka yang makan nasi putih memiliki risiko diabetes 17 persen lebih tinggi dibanding yang jarang makan nasi.


Sebaliknya orang yang makan beras merah risiko terkena diabetes turun hingga 11 persen. Konsumsi bahan pangan yang tinggi serat berhasil menurunkan risiko diabetes karena dapat menurunkan level gula darah dan insulin serta mengurangi risiko progresi buruknya toleransi glukosa ada diabetes tipe 2. Beras merah kaya serat dan menghasilkan energi secara bertahap. Karena itu, para ahli menyerukan agar 70 persen kebutuhan karbohidrat kita dipenuhi oleh beras merah.

Nasi Uduk Beras Merah

Untuk beras merah yang utuh, santan bisa ditambah sesuai kebutuhan air.

Bahan-bahan/bumbu-bumbu :

Bahan nasi:
500 gram beras merah, cuci bersih
1 lembar daun salam
1 batang serai, memarkan
2 butir cengkeh
3 cm kayumanis
2 sendok teh garam
1.350 ml santan dari 1/2 butir kelapa

Bahan orek tempe:
300 gram tempe, potong korek api besar, goreng
4 butir bawang merah, iris
3 siung bawang putih, iris
1 buah cabai merah besar, buang biji, iris halus
1 lembar daun salam
2 cm lengkuas, memarkan
3 1/2 sendok teh kecap manis
1/4 sendok teh garam
1/4 sendok teh merica bubuk
1/4 sendok teh gula pasir
2 sendok makan air
2 sendok makan minyak untuk menumis


Pelengkap:
100 gram kerupuk kanji
5 buah tempe bacem
3 butir telur dan 1/4 sendok teh garam, untuk dadar rawis
3 sendok makan bawang goreng untuk taburan

Cara Pengolahan :

1. Nasi: rebus santan, daun salam, serai, cengkeh, kayumanis, dan garam sambil diaduk sampai mendidih. Masukkan beras. Masak sambil sesekali diaduk sampai meresap.
2. Kukus 30 menit di atas api sedang sampai matang.
3. Orek tempe: tumis bawang merah, bawang putih, cabai merah besar, daun salam, dan lengkuas sampai harum. Masukkan kecap manis, garam, merica bubuk, dan gula pasir. Aduk rata. Tuang air. Masak sampai mendidih.
4. Tambahkan tempe. Aduk rata. Masak sampai matang dan meresap.
5. Sajikan nasi uduk beras merah bersama pelengkapnya.


Untuk 6 porsi

Resep Masakan; Nasi Merah Bakar

Bahan:
400 gr nasi merah
2 sdm minyak zaitun
200 gr daun bayam merah
200 gr buncis, potong serong
200 gr daging ayam, rebus, potong dadu kecil
2 btr telur, kocok rata
½ sdt merica bubuk
½ sdt garam

Saus:
50 gr margarin rendah garam
100 gr bawang bombai, cincang
50 gr tepung terigu
50 ml susu rendah lemak
½ sdt merica bubuk
¼ sdt pala bubuk
½ sdt garam
1 btr kuning telur, kocok lepas
75 gr keju parut

Cara Membuat:

1. Campur nasi merah, minyak zaitun, daun bayam, buncis, daging ayam, telur, merica, dan garam aduk rata. Sisihkan.

2. Saus : Panaskan margarin, tumis bawang bombai hingga harum, masukkan tepung terigu, aduk rata.

3. Tuang susu sambil terus diaduk, bumbui merica, pala, dan garam, aduk rata. Masak sampai kental. Tambahkan kuning telur dan sebagian keju parut, aduk rata. Angkat.

4. Ambil pinggan tahan panas atau cetakan alumunium foil , olesi margarin. Masukkan campuran nasi, ratakan, sirami saus, dan taburi sisa keju parut.

5. Panggang dalam oven bersuhu 175 derajat Celsius selama 25 menit. Angkat dan sajikan hangat.

Tips:   Bagi penderita mag, bahan pangan yang mengandung gas seperti kol, kembang kol, nangka, durian, minuman bersoda, kopi, dan alkohol harus dihindari.


Untuk 6 Porsi

Resep Masakan: Pepes Beras Merah

Bahan:
2 sdm minyak untuk menumis
8 bh bawang merah, iris tipis
4 siung bawang putih, iris tipis
3 btg serai, iris tipis
2 lbr daun salam, potong-potong
4 cm lengkuas, iris tipis, potong halus
3 cm jahe, iris tipis, potong halus
150 gr cumi, potong bentuk cincin
150 gr udang ukuran sedang
500 gr nasi merah, siap pakai
10 bh cabai rawit merah
3 bh cabai hijau, iris tipis serong
2 bh cabai merah, iris tipis serong
1 sdm kecap ikan
1 sdt kecap asin
1 sdt garam
½ sdt lada
daun pisang untuk pembungkus

Cara Membuat:
1. Panaskan minyak, tumis bawang merah dan bawang putih sampai harum.
2. Tambahkan serai, daun salam, lengkuas, dan jahe, aduk rata.
3. Tambahkan cumi dan udang, masak sampai berubah warna.
4. Masukkan nasi merah, cabai rawit merah, cabai hijau, dan cabai merah, aduk rata.
5. Tambahkan kecap ikan, kecap asin, garam, dan lada, aduk sampai rata.
6. Ambil selembar daun pisang, taruh 150 gr nasi, bungkus bentuk lontong, semat atasnya dengan lidi.
7. Bakar di atas bara api sampai daun agak kering.
* Untuk 6 Porsi

Tips:
- Beras merah mengandung tiamin (vitamin BI) yang diperlukan untuk mencegah penyakit beri-beri.
- 1 mangkuk beras merah mengandung 3,5 gr serat, sementara 1 mangkuk beras putih hanya mempuyai kurang dari 1 gr serat.
- Serat membuat sistem pencernaan bekerja lebih lancar sehingga Anda bebas dari sembelit.


Resep: Nuraini W , Uji Dapur: Tri, Penata Saji : Sindhunata, Foto: Ahmad Fadilah